Tekanan jual terhadap Aussie kembali menguat pekan ini, seiring aksi beli dolar AS yang mendominasi pasar. Dua kekuatan utama menjadi pemicunya: nada hawkish pejabat Federal Reserve yang kian tegas, serta imbal hasil (yield) Treasury AS yang bergerak naik. Kombinasi ini mendorong probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober menurut pasar melonjak hingga sekitar 66% pada saat pembaruan terakhir. Yield yang lebih tinggi membuat dolar semakin atraktif, dan pasangan AUDUSD pun tertekan.
Breakdown Teknikal dan Ujian Kritis MA-200
Dari sisi teknikal, sentimen bearish mulai terbentuk lebih jelas pada Rabu ketika harga menembus moving average 100-hari dengan momentum signifikan. Pergerakan ini membuka jalan bagi para penjual untuk mengincar moving average 200-hari yang saat ini berada di kisaran 0,70217. Sesi Asia-Pasifik kemarin menjadi momen genting ketika harga akhirnya mencapai level tersebut dan sempat menembusnya ke bawah. Ini merupakan penembusan pertama di bawah MA-200 sejak November 2025.
Namun, penurunan tidak berlanjut. Para pembeli segera bereaksi dan mendorong harga kembali naik ke atas level tersebut. Meski demikian, upaya pemulihan ini terbatas; pergerakan ke atas gagal melewati titik tengah di 0,70515, menandakan bahwa tekanan jual masih cukup kuat untuk membatasi kenaikan lebih lanjut.
“Pasar saat ini berada pada titik persimpangan teknis yang menarik. Penembusan di bawah MA-200 adalah sinyal penting, tetapi kegagalan untuk menahan momentum penurunan menunjukkan bahwa belum ada kepanikan besar di kalangan trader. Fokus utama tetap pada arah kebijakan The Fed dan pergerakan yield, karena itu akan menentukan apakah dolar terus menguat atau justru kehilangan tenaga,” ujar seorang analis strategi mata uang.
Poin Penting yang Perlu Dicermati Trader
- Level MA-200 di sekitar 0,70217 kini menjadi garis pertahanan kunci; penutupan harian di bawah level ini dapat membuka ruang pelemahan lebih dalam.
- Resistance terdekat berada di titik tengah 0,70515; kegagalan untuk merebutnya kembali membuat bias bearish tetap utuh.
- Sentimen pasar masih didominasi oleh ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat, tercermin dari probabilitas kenaikan suku bunga Oktober yang tinggi.
- Imbal hasil Treasury yang meningkat akan terus menjadi penggerak utama pergerakan dolar AS terhadap mata uang lain, termasuk Aussie.
