Bank of Canada (BoC) kembali memilih sikap wait-and-see dengan menahan suku bunga acuan overnight di level 2,25% pada keputusan terbarunya. Keputusan ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gejolak kebijakan perdagangan yang membayangi prospek ekonomi Kanada. Bank Rate juga dipertahankan di 2,5%, sementara deposit rate berada di 2,20%.
Tekanan Ganda: Energi dan Perang Dagang
Dalam pernyataan resminya, BoC menyoroti dua risiko utama yang sedang membayangi. Pertama, konflik yang masih berlanjut di Timur Tengah terus menjaga harga energi tetap tinggi, yang berpotensi menekan inflasi dan daya beli konsumen. Kedua, kegagalan negosiasi dagang antara Kanada dan Amerika Serikat telah memicu pengumuman tarif baru dari AS serta langkah balasan dari Kanada. Situasi ini, menurut bank sentral, masih sangat dinamis dan bisa berubah cepat.
Kondisi eksternal pun menjadi perhatian. Di AS, pertumbuhan ekonomi tetap solid, ditopang belanja konsumen dan investasi terkait kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, kawasan euro mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal kedua, namun ekonomi China justru menunjukkan perlambatan.
Reaksi Pasar dan Sinyal ke Depan
Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar yang memperkirakan BoC akan kembali menahan suku bunga. Fokus kini beralih pada konferensi pers Gubernur Tiff Macklem yang dijadwalkan berlangsung pukul 10:30 ET. Para pelaku pasar akan mencermati nada yang disampaikan Macklem untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
"Keputusan BoC kali ini menunjukkan sikap hati-hati di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi. Pasar akan lebih fokus pada isyarat mengenai bagaimana bank sentral menyeimbangkan risiko inflasi dari harga energi dengan potensi perlambatan ekonomi akibat perang dagang," ujar seorang analis strategis pasar.
Beberapa poin penting yang perlu dicermati pelaku pasar:
- Harga energi yang tinggi akibat konflik Timur Tengah menjadi pendorong utama risiko inflasi.
- Eskalasi tarif antara Kanada dan AS dapat menekan sektor manufaktur dan ekspor.
- Perlambatan ekonomi China menambah ketidakpastian bagi prospek permintaan global.
- Pernyataan Gubernur Macklem dalam konferensi pers akan menjadi katalis utama pergerakan dolar Kanada (loonie).
Dengan sikap yang cenderung netral, BoC tampaknya ingin mempertahankan fleksibilitas kebijakan. Namun, jika inflasi tetap tinggi karena energi dan rantai pasok terganggu oleh tarif, bukan tidak mungkin tekanan untuk menaikkan suku bunga akan kembali menguat. Sebaliknya, jika perdagangan makin memburuk dan ekonomi melambat, ruang untuk pelonggaran juga akan terbuka. Pasar kini menanti sinyal mana yang akan diprioritaskan BoC.
