Veteran trader dan analis pasar, Peter Brandt, kembali mencuri perhatian dengan proyeksi jangka panjangnya yang berani. Dalam pandangan terbarunya, ia menyebut Bitcoin berpotensi melesat hingga kisaran US$300.000 hingga US$600.000 pada puncak siklus berikutnya yang ia perkirakan terjadi pada 2029. Namun di sisi lain, ia melontarkan kritik tajam terhadap XRP yang ia juluki sebagai 'fool coin' atau koin bodoh.
Pullback Oktober: Peluang atau Jebakan?
Menurut Brandt, koreksi yang terjadi pada Oktober ini justru bisa menjadi momentum untuk masuk sebelum reli besar berikutnya. Ia melihat penurunan harga aset kripto sebagai bagian dari siklus alami yang sering terjadi menjelang fase bullish. Bagi investor yang paham siklus, fase koreksi seperti ini kerap menjadi titik entry yang ideal sebelum gelombang kenaikan yang lebih agresif.
Meski demikian, Brandt tidak memberi jaminan bahwa koreksi akan berlangsung singkat. Ia lebih menekankan bahwa volatilitas adalah karakteristik utama pasar kripto, dan kesabaran menjadi kunci bagi mereka yang ingin memanfaatkan pergerakan besar.
“Sentimen pasar kripto memang sedang terpecah. Sebagian trader melihat koreksi sebagai peluang, sebagian lain memilih menunggu konfirmasi arah. Yang jelas, siklus selalu berulang, dan mereka yang disiplin akan menuai hasilnya,” ujar seorang analis strategi pasar kepada GOLDXIETY News.
Sikap Kritis terhadap XRP
Brandt tidak ragu menyuarakan skeptisismenya terhadap XRP. Ia menyebut aset digital tersebut sebagai 'fool coin' yang ia nilai tidak memiliki fundamental kuat untuk bersaing dalam jangka panjang. Sikap ini memperlihatkan bahwa tidak semua aset kripto layak dipandang setara di mata para trader senior.
- Proyeksi Bitcoin: US$300.000–US$600.000 pada puncak siklus 2029
- Koreksi Oktober dipandang sebagai peluang beli sebelum reli berikutnya
- XRP disebut 'fool coin' oleh Brandt, mencerminkan divergensi pandangan antar aset kripto
Bagi para pelaku pasar, pandangan Brandt menjadi pengingat bahwa seleksi aset tetap penting. Meski Bitcoin dianggap memiliki prospek jangka panjang yang cerah, tidak semua token akan mengikuti jejak yang sama. Analisis fundamental dan siklus tetap menjadi alat utama dalam navigasi pasar yang penuh ketidakpastian ini.
