GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Dolar Menguat Tajam usai The Fed, EUR/USD Tertekan Menjelang Pertemuan Trump dengan Pemimpin Teluk

Dolar AS menguat usai sikap hawkish The Fed. EUR/USD berisiko turun lebih dalam jelang pertemuan Trump dengan pemimpin Teluk.

G

GOLDXIETY News

September 18, 2026· 3 min read· 4,135 views
Dolar Menguat Tajam usai The Fed, EUR/USD Tertekan Menjelang Pertemuan Trump dengan Pemimpin Teluk

Pasar valuta asing kembali diwarnai pergerakan signifikan pada sesi tengah pekan ini. Dolar AS berhasil menguat di hampir seluruh lini setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Sikap yang dinilai lebih hawkish dari perkiraan pasar menjadi katalis utama di balik reli dolar, sekaligus menekan pasangan mata uang utama seperti EUR/USD yang kini cenderung rentan terhadap pelemahan lebih lanjut.

Sikap Hawkish The Fed Mengguncang Pasar

Seperti yang telah diprediksi sebagian besar pelaku pasar, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini diambil secara bulat, menunjukkan solidaritas di antara para pejabat bank sentral AS. Namun, yang menjadi sorotan utama bukanlah besaran kenaikan itu sendiri, melainkan perubahan nada dalam pernyataan resmi dan proyeksi ekonomi terbaru.

The Fed secara eksplisit menghapus kalimat yang menyebut inflasi tetap tinggi sebagian disebabkan oleh guncangan pasokan. Langkah ini diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa bank sentral AS mulai melihat tekanan harga yang lebih bersifat domestik dan permintaan, yang membutuhkan respons kebijakan yang lebih ketat. Lebih lanjut, proyeksi ekonomi (SEP) menunjukkan revisi ke atas untuk pertumbuhan dan inflasi, sementara proyeksi tingkat pengangguran direvisi ke bawah.

Namun, inti dari pergerakan pasar kali ini adalah dot plot terbaru. Proyeksi tersebut menunjukkan hanya ada satu kenaikan suku bunga lagi yang diantisipasi pada tahun 2026, dengan suku bunga diperkirakan tetap tinggi sepanjang tahun 2027 sebelum akhirnya dipangkas pada 2028. Anehnya, meskipun ini terlihat lebih dovish dari perkiraan sebagian pihak, pasar justru meresponsnya sebagai sikap yang lebih hawkish karena suku bunga diperkirakan akan bertahan pada level tinggi lebih lama.

"Pasar membaca dot plot ini sebagai sinyal bahwa The Fed bersedia menahan suku bunga tinggi lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali. Ini jelas memberikan daya tarik baru bagi dolar AS, dan pasangan mata uang seperti EUR/USD akan kesulitan untuk bangkit dalam waktu dekat," ujar seorang analis strategi mata uang di sebuah firma manajemen aset global.

Fokus Beralih ke Pertemuan Trump dengan Pemimpin Teluk

Setelah momen FOMC berlalu, perhatian pelaku pasar kini beralih ke agenda geopolitik. Fokus utama tertuju pada pertemuan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin negara-negara Teluk. Pertemuan ini dinilai berpotensi memicu volatilitas, terutama bagi dolar AS dan mata uang komoditas, mengingat kawasan Teluk merupakan pusat produksi minyak dunia.

Dengan dolar yang sudah berada dalam posisi kuat, sentimen risiko yang mungkin timbul dari pertemuan tersebut bisa semakin memperkuat posisi greenback. Untuk EUR/USD, tekanan jual diperkirakan akan terus berlanjut selama tidak ada perkembangan positif yang mampu mengubah arah sentimen.

Poin-Poin Penting yang Perlu Dicermati:

  • Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps telah dipatok, namun perubahan pernyataan dan dot plot menjadi penentu arah pasar.
  • Proyeksi The Fed menunjukkan suku bunga tinggi bertahan lebih lama, mendukung penguatan dolar AS.
  • EUR/USD saat ini berada dalam posisi defensif; level support berikutnya akan menjadi krusial jika tekanan jual berlanjut.
  • Hasil pertemuan Trump dengan pemimpin Teluk berpotensi menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan dolar.

Para trader disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah yang cepat. Meskipun momentum dolar saat ini kuat, pasar valas terkenal dengan pergerakannya yang dinamis. Fokus pada data ekonomi AS berikutnya dan perkembangan geopolitik akan menjadi kunci untuk menentukan arah EUR/USD selanjutnya.