Emas kembali menjadi pusat perhatian pasar pada Rabu setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah yang tak lazim: menggandakan ukuran operasi buyback surat utang jangka panjang. Keputusan ini memicu gelombang perdagangan yang mengarah pada narasi debasement, di mana investor memandang intervensi pemerintah sebagai tanda melemahnya nilai mata uang. Hasilnya, logam mulia berhasil menguat di tengah penurunan imbal hasil riil.
Efek QE dari Intervensi Treasury
Departemen Keuangan AS resmi menaikkan batas maksimum pembelian kembali surat utang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Menteri Keuangan AS, Bessent, menyatakan bahwa sebagian dari operasi ini dimaksudkan untuk mengirim pesan ke pasar bahwa imbal hasil yang berlaku tidak mencerminkan fundamental ekonomi. Pernyataan ini menegaskan sikap pemerintah untuk menjaga pasar tetap stabil, meskipun secara teknis langkah tersebut bukanlah quantitative easing (QE).
Efeknya terasa seperti QE, tetapi dengan instrumen yang berbeda. Ini adalah intervensi fiskal yang memengaruhi kondisi keuangan secara langsung, dan pasar tampaknya merespons positif terhadap logam mulia, ujar seorang analis komoditas di Jakarta.
Intervensi yang dilakukan Treasury berhasil menurunkan imbal hasil riil, faktor yang biasanya menjadi katalis bagi emas. Dengan imbal hasil riil yang lebih rendah, biaya oportunitas memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi semakin kecil, sehingga daya tariknya meningkat.
Fokus Berpindah ke Jackson Hole
Menjelang Jackson Hole, sentimen di pasar emas masih terjaga. Para pelaku pasar kini bersiap untuk menangkap arahan kebijakan moneter selanjutnya. Meskipun rilis data ekonomi dan keputusan suku bunga tetap menjadi perhatian, intervensi Treasury telah menambah dimensi baru dalam kalkulasi investor.
- Program buyback surat utang jangka panjang ditingkatkan menjadi minimal US$4 miliar per operasi.
- Bessent melihat imbal hasil saat ini tidak sesuai fundamental.
- Tingkat buyback bisa melampaui US$4 miliar tergantung kondisi pasar.
- Penurunan imbal hasil riil berpotensi terus mendukung pergerakan emas.
Dengan intervensi yang masih berlangsung dan fokus pasar yang mengarah ke Jackson Hole, emas diperkirakan akan tetap berada dalam fase didukung. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena setiap sinyal perubahan kebijakan dari bank sentral dapat menggeser sentimen secara cepat.
