GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Geopolitik Timur Tengah Dorong Harga Minyak Mendekati US$105, Fundamental dan Teknikal Sejalan

Ketegangan Timur Tengah dan gangguan pasokan membuat harga minyak siap menuju US$105. Analisis teknikal dan fundamental kini sejalan.

G

GOLDXIETY News

September 14, 2026· 2 min read· 2,884 views
Geopolitik Timur Tengah Dorong Harga Minyak Mendekati US$105, Fundamental dan Teknikal Sejalan

Harga minyak mentah kembali menunjukkan momentum penguatan, dengan target pergerakan yang kini mengarah ke level US$105 per barel. Kombinasi antara tekanan geopolitik yang masih panas di Timur Tengah serta sinyal teknikal yang mendukung membuat para pelaku pasar mulai memasang posisi antisipatif.

Dalam beberapa pekan terakhir, risiko pasokan minyak global semakin nyata setelah serangan drone menghantam pipa East-West milik Arab Saudi. Infrastruktur strategis ini diperkirakan akan mengalami gangguan operasional selama tiga hingga lima pekan ke depan. Padahal, pipa tersebut memegang peran vital karena memungkinkan Arab Saudi tetap mengekspor minyak tanpa harus melalui Selat Hormuz yang tengah dilanda ketidakpastian.

Ancaman di Jalur Pelayaran Kritis

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran terus memperluas kendali mereka di sepanjang pesisir Laut Merah, Yaman. Eskalasi ini meningkatkan ancaman terhadap keamanan pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur tersibuk untuk pengiriman minyak dunia. Sementara itu, pembicaraan yang sempat dijadwalkan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz juga dilaporkan ditunda, semakin mempertegas suasana genting di kawasan tersebut.

"Pasar saat ini sedang menghargai premi risiko geopolitik yang cukup besar. Setiap gangguan kecil di jalur suplai utama bisa langsung memicu reli harga yang signifikan," ujar seorang analis strategis kepada GOLDXIETY News.

Fundamental dan Teknikal Sejalan

Dari sisi fundamental, gambaran yang terlihat jelas masih bullish. Berkurangnya fleksibilitas ekspor Arab Saudi, ancaman terhadap dua jalur pelayaran kritis, serta potensi respons militer yang lebih luas dari pihak-pihak terkait menjadi pendorong utama harga. Kombinasi faktor-faktor ini dipandang mampu menjaga premi risiko tetap bertahan di pasar minyak.

  • Gangguan pipa East-West Saudi membatasi opsi ekspor di tengah ketidakpastian Selat Hormuz.
  • Ekspansi Houthi meningkatkan risiko keamanan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
  • Penundaan dialog diplomatik membuat ruang de-eskalasi semakin sempit.

Dari perspektif teknikal, pergerakan harga minyak menunjukkan pola yang sejalan dengan narasi fundamental. Level US$105 kini menjadi target berikutnya, dengan resistensi psikologis yang mulai teruji. Para trader disarankan untuk mencermati pergerakan jangka pendek di tengah tingginya volatilitas yang dipicu oleh perkembangan politik di kawasan.

Bagi investor, posisi defensif dengan lindung nilai terhadap risiko geopolitik mungkin menjadi langkah bijak. Namun, tetap perlu diingat bahwa setiap kabar diplomatik yang positif dapat memicu koreksi tajam, mengingat posisi pasar yang sudah cukup ramai.