Ekspektasi pengetatan moneter lanjutan oleh Federal Reserve kembali mengalami penyesuaian tajam. Goldman Sachs menilai peluang kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan September kini menjadi sangat kecil, sejalan dengan tren inflasi yang kian melandai serta serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah perkiraan.
Rangkaian Data Makro Lemahkan Peluang Kenaikan
Penilaian tersebut mempertegas pergeseran proyeksi di pasar finansial, di mana probabilitas kenaikan suku bunga untuk September telah merosot ke kisaran 30%. Pasar kini bahkan menggeser perkiraan langkah pengetatan berikutnya dari bulan Desember ke Januari, terdorong oleh data inflasi bulan Juli yang lebih lunak.
Pandangan ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, tidak hanya bertumpu pada satu indikator tunggal, melainkan pada akumulasi data ekonomi yang melemah. Rilis data penjualan ritel, ketenagakerjaan (payrolls), dan inflasi yang kompak meleset dari ekspektasi dinilai memberi ruang nyaman bagi kubu dovish di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mendatang.
Pasar valuta asing dan obligasi merespons cepat sinyal perlambatan ekonomi. Ketika inflasi terus melunak dan data makro melemah beruntun, tekanan terhadap bank sentral untuk menahan suku bunga menjadi jauh lebih dominan dibanding urgensi pengetatan tambahan.
Sinyal dari Kurva Imbal Hasil Obligasi
Di pasar obligasi, fenomena steepening pada kurva imbal hasil U.S. Treasury dinilai menjadi indikator yang lebih dapat ditindaklanjuti oleh para pelaku pasar. Goldman Sachs mengaitkan pergerakan kurva tersebut dengan kombinasi beberapa faktor penting:
- Meredanya tekanan harga dan inflasi di tingkat konsumen.
- Pudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
- Kekhawatiran fiskal yang turut membayangi pasar utang.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun yang masih bertahan di atas level 4% mencerminkan bahwa pasar tetap berhati-hati dalam memetakan arah kebijakan moneter jangka pendek hingga awal tahun depan.
