GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran, Negosiasi Selat Hormuz Dimulai

Minyak mentah ambles lebih dari 5% setelah Presiden AS menghentikan rencana serangan ke Iran dan membuka babak baru negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz.

G

GOLDXIETY News

August 4, 2026· 3 min read· 1,869 views
Harga Minyak Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran, Negosiasi Selat Hormuz Dimulai

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada pembukaan pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghentikan rencana serangan militer ke Iran dan mengisyaratkan babak baru negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sentimen de-eskalasi langsung merespons pasar energi yang selama berbulan-bulan bergerak mengikuti dinamika konflik Timur Tengah.

Dilansir The National (3 Agustus 2026), Trump membatalkan serangan yang sempat direncanakan setelah menerima permintaan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menegaskan penundaan tersebut berlaku "subject to being able to rapidly make a DEAL" — membuka kembali Selat Hormuz. Babak baru perundingan disebut dimulai pada Senin, 4 Agustus.

Brent dan WTI Terjun Bebas di Sesi Awal

Brent, acuan dua pertiga minyak dunia, sempat anjlok lebih dari 7% di awal perdagangan sebelum memangkas pelemahan menjadi 5,09% di level $83,51 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 5,67% ke $79,87 per barel pada perdagangan Senin pagi, dan di penutupan sesi AS berada di sekitar $80,25 — turun 5,2%.

"Fridays are for fighting but Mondays are for the markets in Trump's world, with crude prices gapping lower at the open," ujar seorang analis senior capital.com, menggambarkan pola pasar yang kini berubah mengikuti sikap politik Washington yang cepat berubah.

Selat Hormuz Masih Menjadi Titik Rawan

Meski negosiasi menguat, Selat Hormuz — jalur vital pengiriman sekitar seperlima konsumsi minyak dunia — masih berada dalam kondisi sebagian besar tertutup. Kapal tanker dilaporkan masih menjadi sasaran serangan dan banyak yang terpaksa berputar arah, sementara AS terus memberlakukan blokade terhadap pelayaran dan pelabuhan Iran.

Konflik yang dimulai akhir Februari 2026 ini sempat mendorong Brent menyentuh puncak $118,35 pada Maret, merosot ke $71,57 awal Juli, lalu melonjak lagi ke $100,69 pada 23 Juli sebelum kembali terkoreksi. Volatilitas ekstrem inilah yang menjadi tantangan utama trader energi.

Dampak ke Pasar Lain

  • Saham AS menguat: Dow naik 1,3% (rekor baru), S&P 500 +1,5%, Nasdaq +2,1%.
  • Amazon resmi menembus valuasi $3 triliun untuk pertama kalinya.
  • Emas futures menguat tipis di sekitar $4.110/oz; Bitcoin bertahan di kisaran $63.900.
  • Yen menguat setelah intervensi bersama AS-Jepang di level terlemahnya dalam 40 tahun.
"Harga minyak masih akan sangat sensitif terhadap headline negosiasi. Gap dan spike besar adalah normal — tunggu konfirmasi arah sebelum mengejar posisi."

Level yang Perlu Dipantau

  • WTI: support psikologis $80 — break di bawahnya membuka ruang menuju $75.
  • Brent: area $83 menjadi garis pertahanan; resistensi terdekat di $88–$90.
  • Skenario gagal deal diperkirakan mengirim minyak kembali menuju $90 atau lebih tinggi.
  • Hasil negosiasi Senin malam menjadi penentu arah pekan ini.

Catatan GOLDXIETY

De-eskalasi geopolitik memang mendorong minyak turun, tetapi struktur pasar energi masih jauh dari stabil. Selat Hormuz belum beroperasi normal dan janji kesepakatan belum tentu menjadi kenyataan. Ini adalah pasar yang digerakkan headline — kecepatan dan disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada akurasi prediksi arah.

Gunakan stop loss yang jelas, hindari overtrading di sesi yang rawan gap, dan jangan pernah memposisikan diri hanya berdasarkan satu pernyataan politik.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Seluruh keputusan trading merupakan tanggung jawab masing-masing trader.