GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Inflasi Inggris September 2025: CPI Tembus 3,5%, Tekanan Harga Inti Ikut Menguat

Inflasi Inggris September tercatat 3,5% y/y, lebih tinggi dari ekspektasi 3,4%. Tekanan harga inti juga naik ke 2,8%. GBP berpotensi tertekan.

G

GOLDXIETY News

October 21, 2026· 2 min read· 3,501 views
Inflasi Inggris September 2025: CPI Tembus 3,5%, Tekanan Harga Inti Ikut Menguat

Laporan inflasi terbaru dari Inggris pada September kembali mengejutkan pasar. Data yang dirilis hari ini menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) utama tumbuh 3,5% secara tahunan, melampaui konsensus analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,4%. Angka ini juga naik signifikan dibandingkan posisi Agustus yang tercatat 3,1%.

Lebih penting lagi, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen volatil seperti makanan dan energi, juga menunjukkan akselerasi. CPI inti tercatat naik 2,8% y/y, sesuai ekspektasi, namun naik dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini menandakan bahwa tekanan harga di perekonomian Inggris semakin meluas dan tidak hanya bersumber dari faktor musiman atau kejutan sementara.

Dorongan Baru bagi Bank of England?

Lonjakan inflasi utama yang melebihi target bank sentral ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pengambil kebijakan di Bank of England (BoE). Dengan angka yang terus bergerak naik, tekanan untuk mempertahankan sikap hawkish atau bahkan mengetatkan kebijakan moneter semakin besar. Pasar kini akan mencermati bagaimana sinyal dari pejabat BoE selanjutnya, terutama dalam menyeimbangkan upaya meredam inflasi dengan risiko perlambatan ekonomi.

“Data ini menggarisbawahi bahwa tekanan harga di Inggris masih jauh dari terkendali. Pasar akan semakin sensitif terhadap setiap sinyal hawkish dari bank sentral, dan ini bisa menjadi pendorong volatilitas yang signifikan bagi pound sterling dalam jangka pendek,” ujar seorang analis strategi mata uang kepada GOLDXIETY News.

Implikasi untuk Pasar dan Trader

Bagi para trader di pasar forex, rilis data ini adalah pengingat bahwa jalur inflasi tidak pernah linear. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya akan mendukung mata uang karena meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, perlu diingat bahwa respons pasar tidak selalu langsung dan bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal lainnya.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan trader:

  • Angka CPI utama yang lebih tinggi dari ekspektasi menunjukkan tekanan harga yang persisten.
  • Inflasi inti yang naik mengindikasikan tekanan harga yang mendasar dan meluas.
  • Fokus pasar akan beralih ke respons kebijakan Bank of England selanjutnya.
  • Volatilitas pasangan GBP/USD dan EUR/GBP berpotensi meningkat.

Dengan data yang baru saja dirilis, para pelaku pasar akan segera menyesuaikan posisi mereka. Perhatian utama tetap tertuju pada apakah tren kenaikan ini akan berlanjut dan bagaimana bank sentral akan meresponsnya pada pertemuan kebijakan mendatang.