Paris – Tekanan harga di kawasan Euro kembali menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Data awal dari Prancis, ekonomi terbesar kedua di blok mata uang tunggal, mencatatkan lonjakan signifikan pada indeks harga konsumen yang diselaraskan (HICP) untuk bulan September. Angka tersebut melesat ke 3,4% secara tahunan, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan kenaikan 3,1% dan naik tajam dari 2,6% pada bulan sebelumnya.
Energi Jadi Biang Kerok, Namun Tekanan Menyebar Luas
Kenaikan inflasi ini tidak hanya berasal dari satu sektor. Meskipun energi tetap menjadi pendorong utama dengan akselerasi pertumbuhan tahunan yang mencengangkan hingga 21,2% dibandingkan 16,7% di bulan Agustus, komponen lain juga ikut memanas. Harga jasa mengalami kenaikan dari 1,9% menjadi 2,2%, sementara inflasi pangan juga naik dari 1,1% menjadi 1,5% pada periode yang sama.
Lonjakan harga energi tersebut terutama dipengaruhi oleh melonjaknya harga produk minyak bumi dan gas alam. Sementara itu, kenaikan yang merata di seluruh sektor ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mulai mengakar dan tidak hanya bersifat sementara.
“Pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap data inflasi yang keluar. Lonjakan di atas ekspektasi seperti ini akan langsung tercermin pada penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya dapat mendukung mata uang Euro,” ujar seorang analis strategi pasar di sebuah firma keuangan global.
Dorongan untuk Inflasi Inti dan Fokus ke Data Jerman
Data yang lebih tinggi dari perkiraan ini hampir dipastikan akan mendorong estimasi inflasi inti (core inflation) yang tidak memasukkan komponen volatil seperti energi dan makanan. Angka pasti inflasi inti baru akan dirilis dalam laporan final, namun para pelaku pasar sudah mulai memperhitungkan potensi kenaikannya.
Kabar dari Prancis ini datang di saat yang krusial. Pasar kini mengalihkan fokusnya ke data indeks harga konsumen (CPI) dari Jerman yang dijadwalkan rilis hari ini. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, data Jerman akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dalam beberapa bulan ke depan.
- HICP Prancis September: +3,4% y/y (vs ekspektasi +3,1% dan sebelumnya +2,6%).
- CPI Prancis September: +3,0% y/y (vs ekspektasi +2,8% dan sebelumnya +2,4%).
- Inflasi energi melonjak ke +21,2% y/y dari +16,7%.
Dari perspektif forex, data ini berpotensi memberikan dorongan bagi Euro dalam jangka pendek. Namun, perlu diingat bahwa jika data Jerman nanti mengecewakan, momentum penguatan EUR bisa meredup dengan cepat. Para trader disarankan untuk mencermati dengan ketat rilis data Jerman malam ini untuk mengukur arah pasar yang lebih jelas.
