Langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini nyaris menjadi kepastian, tetapi arah pergerakan euro justru akan ditentukan oleh nada komunikasi yang disampaikan Presiden ECB Christine Lagarde. Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menilai, dengan kenaikan suku bunga kedua sebesar 25 basis poin yang sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar, fokus utama beralih ke sinyal untuk langkah selanjutnya.
Risiko Kekecewaan Lebih Besar dari Kejutan Hawkish
MUFG menegaskan bahwa level suku bunga dan nilai tukar euro akan lebih banyak bereaksi terhadap panduan kebijakan (guidance) ECB dibandingkan keputusan itu sendiri. Konferensi pers Lagarde menjadi peristiwa berisiko yang sesungguhnya pekan ini. Setelah repricing musim panas yang mendorong pasar memperkirakan tambahan pengetatan sekitar 75 basis poin hingga pertengahan 2026, ambang batas untuk kejutan hawkish kini jauh lebih tinggi. Kondisi ini membuat risiko lebih condong ke arah kekecewaan, terutama jika Lagarde tidak secara jelas mendukung kenaikan suku bunga lain sebelum akhir tahun.
"Pasar sudah mematok ekspektasi yang cukup tinggi. Jika komunikasi ECB tidak sejalan dengan itu, kita bisa melihat aksi jual euro yang moderat," ujar seorang analis strategi mata uang di MUFG.
Faktor Dolar AS Masih Mendominasi Arah EUR/USD
Dalam jangka pendek, pergerakan EUR/USD diperkirakan lebih banyak ditentukan oleh perkembangan di sisi dolar AS. MUFG melihat fundamental jangka pendeknya menunjukkan level yang lebih dekat ke batas bawah kisaran perdagangan terakhir di 1.1400-1.1800. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ECB bertindak, kekuatan dolar tetap menjadi penekan utama.
- Kenaikan suku bunga 25bp ECB sudah diprakirakan penuh oleh pasar.
- Konferensi pers Lagarde adalah katalis risiko utama, bukan keputusan kebijakan.
- Pasar memperkirakan 75bp pengetatan tambahan hingga pertengahan 2026.
- Risiko kekecewaan meningkat jika Lagarde tidak memberikan sinyal kenaikan lanjutan.
- Arah EUR/USD jangka pendek lebih bergantung pada data dolar AS, dengan potensi mendekati 1.1400.
Menjelang pemilihan umum negara bagian Jerman yang akan datang, ketidakpastian politik di kawasan juga bisa menjadi faktor yang menahan penguatan euro. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati setiap kata dalam pernyataan Lagarde, karena nada dovish sedikit saja dapat memicu koreksi signifikan pada mata uang tunggal Eropa.
