Divergensi kebijakan moneter antara Eropa dan Jepang kembali menjadi sorotan utama di pasar valuta asing. Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) secara tegas merekomendasikan posisi jual (short) untuk pasangan mata uang EUR/JPY, dengan target penurunan menuju level 172. Keputusan ini muncul di tengah ketegangan fiskal yang melanda Prancis dan ekspektasi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan (BoJ).
Dua Kekuatan Berlawanan yang Menekan Euro
Pergerakan EUR/JPY saat ini ditarik oleh dua arus yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, imbal hasil (yield) jangka pendek kawasan euro mengalami penurunan seiring pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari European Central Bank (ECB). Pelemahan ini jelas menjadi beban bagi euro. Di sisi lain, yen justru mendapat dukungan ganda: prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ dan permintaan aset aman (safe-haven) yang meningkat di tengah ketidakpastian global.
“Kombinasi antara risiko fiskal di Eropa dan perubahan sikap BoJ menciptakan lingkungan yang sangat tidak bersahabat bagi euro. Kami melihat potensi pelemahan lebih lanjut jika kekhawatiran pasar terhadap utang Prancis terus berlanjut,” ujar seorang analis strategi valas kepada GOLDXIETY News.
Spread Obligasi Prancis: Pemicu Utama Pelemahan Berikutnya
Menurut riset MUFG, lonjakan kembali selisih imbal hasil (spread) obligasi Prancis kemungkinan akan menjadi pemicu utama untuk kaki pelemahan berikutnya. Ketegangan di pasar obligasi Prancis membuat investor semakin gugup, terutama jika ada tanda-tanda bahwa aksi jual obligasi pemerintah (OAT) masih belum berakhir. Namun, risiko tidak hanya satu arah. Jika anggaran Prancis disahkan dengan lancar atau tanda-tanda kelelahan aksi jual mulai terlihat, euro bisa mengalami reli penutupan posisi jual (short-covering) yang tajam.
Selain faktor domestik Eropa, harga energi juga menjadi variabel penting. Kenaikan harga minyak akibat konflik perang di Iran menambah besarnya tagihan impor Jepang. Jika harga minyak kembali melonjak, hal ini berpotensi menahan penguatan yen karena memburuknya neraca perdagangan Jepang.
Poin Penting yang Perlu Dicermati Trader
- Perhatikan pergerakan spread obligasi Prancis sebagai sinyal awal pergerakan EUR/JPY.
- Waspadai episode risk-off yang meningkatkan volatilitas dan mempercepat unwinding carry trade yang didanai yen.
- Pantau perkembangan anggaran Prancis; kabar positif bisa memicu kenaikan euro yang cepat.
- Awasi harga minyak sebagai penyeimbang kekuatan yen.

