GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Nonfarm Payroll AS Melonjak, Dolar Terbang tapi Emas Merosot

Data tenaga kerja AS jauh melampaui ekspektasi, mendorong dolar menguat, sementara emas tertekan dan imbal hasil turun.

G

GOLDXIETY News

September 5, 2026· 2 min read· 4,591 views
Nonfarm Payroll AS Melonjak, Dolar Terbang tapi Emas Merosot

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Agustus menjadi kejutan besar bagi pasar. Nonfarm payrolls tercatat bertambah 162 ribu, jauh melampaui perkiraan para ekonom yang hanya mematok angka 56 ribu. Dorongan kuat dari sektor tenaga kerja ini langsung memicu reli dolar AS, yang sempat menguat sekitar 35 pips secara serentak di berbagai pasangan mata uang dalam hitungan detik setelah rilis. Namun, euforia itu mereda seiring berjalannya sesi, dengan indeks dolar akhirnya menunjukkan pergerakan yang lebih beragam.

Divergensi Data Tenaga Kerja AS dan Kanada

Berbeda dengan AS, Kanada justru mencatatkan kontraksi signifikan pada lapangan kerja. Perubahan tingkat pekerjaan Agustus minus 41,7 ribu, jauh lebih buruk dari estimasi yang memperkirakan kenaikan 15 ribu. Divergensi tajam ini membalikkan situasi sebulan lalu, ketika Kanada unggul dan AS mengecewakan. Pasar kini kembali mempertimbangkan prospek kebijakan moneter kedua negara, dengan tekanan lebih besar pada bank sentral Kanada untuk melonggarkan kebijakan.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, justru menyuarakan sikap yang sangat hawkish. Ia menekankan bahwa inflasi masih menjadi ancaman utama dan pengetatan kebijakan belum selesai. Sikap ini kontras dengan tekanan politik dari Presiden Trump, yang secara terbuka meminta The Fed menurunkan suku bunga. Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit dengan AS jika The Fed tidak menurut.

"Pasar kini berada dalam tarik-menarik antara data fundamental yang kuat dan sinyal politik yang tidak menentu. Trader harus lebih fokus pada arah kebijakan The Fed daripada mengejar pergerakan jangka pendek," ujar seorang analis strategi pasar kepada GOLDXIETY News.

Pergerakan Aset dan Komoditas

  • Emas turun signifikan sebesar USD 39 ke level USD 4.433 per ons, terdampak penguatan dolar.
  • Minyak mentah WTI nyaris stagnan, hanya turun USD 0,01 ke USD 91,30 per barel.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 1,8 basis poin ke 4,78%, sinyal pasar tetap waspada.
  • Dolar Australia memimpin penguatan, sementara yen Jepang menjadi yang terlemah pada hari itu.
  • Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,4%, menunjukkan investor masih mencerna data besar tersebut.

Bagi trader, laporan ini mempertegas bahwa pasar tenaga kerja AS masih menjadi pendorong utama sentimen. Namun, dengan sikap hawkish dari pejabat Fed dan tekanan politik yang meningkat, arah suku bunga ke depan menjadi semakin sulit diprediksi. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa sesi ke depan.