GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Peretasan Bitget Rp6 Triliun Bikin Kerugian Keamanan Kripto Kuartal III Tembus Rp19,8 Triliun

Kerugian keamanan kripto kuartal III capai US$1,26 miliar dari 247 insiden, dengan September menyumbang US$769 juta.

G

GOLDXIETY News

October 1, 2026· 2 min read· 2,518 views
Peretasan Bitget Rp6 Triliun Bikin Kerugian Keamanan Kripto Kuartal III Tembus Rp19,8 Triliun

Lanskap keamanan aset digital kembali diguncang. Data terbaru menunjukkan total kerugian akibat insiden keamanan kripto sepanjang kuartal III tahun ini telah menembus angka US$1,26 miliar, tersebar dalam 247 insiden terpisah. Angka ini menjadi sorotan tajam di tengah pasar yang sedang berusaha pulih, dan mengonfirmasi bahwa ancaman siber masih menjadi momok terbesar bagi industri.

September: Bulan Terkelam bagi Keamanan Kripto

Bulan September menjadi penyumbang terbesar dalam kuartal tersebut, dengan nilai kerugian mencapai sekitar US$769 juta. Lonjakan drastis ini tidak lepas dari satu peristiwa besar, yaitu peretasan yang dialami oleh bursa kripto Bitget, dengan nilai kerugian mencapai US$388 juta. Insiden ini saja sudah mewakili hampir setengah dari total kerugian di bulan tersebut dan menjadi pengingat keras bahwa bursa terpusat (CEX) masih menjadi target utama para peretas.

Skala kerugian yang terjadi di kuartal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah keamanan yang ada saat ini masih belum cukup untuk menghentikan gelombang serangan. Para pelaku kejahatan siber semakin canggih, dan mereka menyerang titik-titik yang paling rapuh dalam ekosistem.

“Insiden skala besar seperti ini selalu mengguncang kepercayaan investor. Pasar biasanya bereaksi negatif dalam jangka pendek, karena trader mulai khawatir tentang keamanan dana mereka di platform terpusat. Ini adalah momentum bagi industri untuk berbenah dan lebih serius dalam hal audit keamanan serta manajemen risiko internal,” ujar seorang analis strategi pasar kripto yang enggan disebutkan namanya.

Dampak dan Pelajaran bagi Para Trader

  • Serangan terhadap bursa besar menunjukkan bahwa bahkan platform dengan likuiditas tinggi pun tidak kebal terhadap serangan siber yang terorganisir.
  • Kerugian yang besar dalam waktu singkat bisa memicu aksi jual panik dan meningkatkan volatilitas pasar secara keseluruhan.
  • Peristiwa ini mendorong diskusi ulang tentang pentingnya solusi kustodian mandiri (self-custody) bagi para pemegang aset jangka panjang.

Dari sisi trader, kejadian ini menjadi sinyal untuk lebih selektif dalam memilih platform. Keamanan internal bursa, transparansi alokasi dana cadangan, serta riwayat insiden sebelumnya kini menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Meskipun pemulihan harga sering terjadi setelah berita buruk, risiko sistemik yang ditimbulkan oleh peretasan besar tetap menjadi variabel yang harus diperhitungkan dalam setiap strategi manajemen risiko.

Ke depan, fokus industri akan tertuju pada bagaimana bursa dan proyek DeFi memperkuat pertahanan mereka. Apakah mereka akan meningkatkan investasi di bidang keamanan siber atau justru mengalihkan fokus ke pengembangan protokol yang lebih terdesentralisasi untuk mengurangi titik kegagalan tunggal. Satu hal yang pasti: angka kerugian triliunan rupiah ini adalah harga yang sangat mahal untuk sebuah pelajaran kolektif.