Jakarta - Gelombang data ekonomi AS kembali mengejutkan pasar. Indeks Manajer Pembelian (PMI) flash S&P Global untuk sektor jasa pada September tercatat di 58,7, jauh melampaui ekspektasi pasar di 56,0 dan naik dari 56,8 pada periode sebelumnya. Lonjakan ini tidak terjadi di satu sektor saja; PMI manufaktur juga meroket ke 57,0 dari 53,2, sementara PMI komposit berada di 58,4. Angka-angka ini merupakan level tertinggi dalam lima tahun terakhir, memberikan sinyal kuat bahwa ekonomi AS masih bergelora di tengah upaya pengetatan moneter.
Pertumbuhan Lapangan Kerja dan Inflasi Biaya Input
Di balik angka pertumbuhan yang impresif, terdapat dua indikator yang menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Pertumbuhan lapangan kerja mencatat laju terkuat sejak Juni 2022. Ini adalah kabar baik bagi pasar tenaga kerja, namun menjadi pisau bermata dua bagi The Fed. Di sisi lain, inflasi biaya input melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2022, menandakan tekanan harga di sisi produsen masih belum mereda.
Kombinasi pertumbuhan lapangan kerja yang kuat dan inflasi biaya input yang tinggi adalah 'kombinasi yang tidak nyaman' bagi bank sentral. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan domestik masih sangat solid, yang dapat mendorong inflasi tetap bertahan di level tinggi. Data ini dengan tegas menggarisbawahi sikap hawkish The Fed yang telah berulang kali dinyatakan, bahwa suku bunga perlu tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama guna mendinginkan ekonomi.
“Data PMI ini adalah pukulan telak bagi mereka yang berharap The Fed akan segera melonggarkan kebijakan moneternya. Ekonomi yang terlalu panas justru akan memaksa bank sentral untuk tetap agresif, dan ini akan terus menjadi pendorong utama penguatan dolar AS,” ujar seorang analis strategi pasar di Jakarta.
Permintaan Domestik Menopang, Ekspor Justru Lesu
Menariknya, gelombang permintaan yang terlihat dalam data ini hampir seluruhnya berasal dari dalam negeri (domestik). Sementara itu, ekspor barang terus menurun dan ekspor jasa hanya tumbuh moderat. Namun, pesanan baru (new orders) di kedua sektor tumbuh pada laju tercepat sejak musim semi 2022. Ini mengindikasikan bahwa kekuatan ekonomi AS saat ini sangat bergantung pada konsumsi dan investasi domestik, bukan dari perdagangan global.
Bagi pasar forex, data ini adalah katalis positif yang jelas untuk dolar AS (USD). Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan trader:
- Lonjakan PMI yang melampaui ekspektasi memperkuat narasi 'higher for longer' dari The Fed.
- Tekanan inflasi biaya input yang tinggi akan menjadi perhatian utama dalam keputusan suku bunga berikutnya.
- Kekuatan ekonomi domestik AS berbanding terbalik dengan lesunya ekspor, menyoroti ketidakseimbangan global.
- Pasar akan terus memantau data ketenagakerjaan dan inflasi berikutnya untuk mengonfirmasi tren ini.
Dengan fundamental ekonomi yang masih panas, The Fed berada dalam posisi yang sulit. Mereka harus menyeimbangkan antara mendinginkan inflasi tanpa memicu resesi yang dalam. Data PMI hari ini semakin mempersempit ruang gerak mereka, dan pasar pun harus bersiap untuk volatilitas yang lebih tinggi.
