GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Proyeksi Kurs Acuan PBOC: USD/CNY Diperkirakan Bertengger di 6,7170

PBOC diperkirakan menetapkan kurs referensi USD/CNY di 6,7170, menjadi fokus utama pelaku pasar valas Asia dalam mengukur dinamika harian renminbi.

G

GOLDXIETY News

September 1, 2026· 2 min read· 4,890 views
Proyeksi Kurs Acuan PBOC: USD/CNY Diperkirakan Bertengger di 6,7170

Pasar valuta asing di kawasan Asia kembali mengarahkan fokusnya ke Beijing menjelang penetapan kurs acuan harian oleh Bank Sentral Tiongkok (PBOC). Berdasarkan estimasi Reuters, PBOC diproyeksikan menetapkan kurs referensi harian atau midpoint USD/CNY di level 6,7170 sekitar pukul 01.15 GMT (21.15 waktu Pantai Timur AS).

Mekanisme Pengendalian dan Rentang Fluktuasi Yuan

Penetapan titik tengah ini merupakan salah satu sinyal yang paling dicermati oleh pelaku pasar FX regional. Tiongkok menerapkan rezim nilai tukar mengambang terkendali (managed floating exchange rate system), di mana mata uang renminbi (yuan) diperbolehkan bergerak dalam batas koridor perdagangan tertentu.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yuan diizinkan berfluktuasi naik atau turun maksimal 2% dari titik tengah resmi yang dirilis PBOC selama jam perdagangan onshore.

"Penetapan kurs acuan oleh bank sentral berfungsi sebagai jangkar stabilitas sekaligus panduan arah sentimen valuta asing di kawasan Asia," ungkap seorang analis pasar valas.

Faktor Penentu Kebijakan Kurs Harian

Dalam menentukan level midpoint setiap pagi, PBOC mempertimbangkan serangkaian indikator fundamental dan teknikal pasar secara terstruktur, antara lain:

  • Harga penutupan perdagangan yuan pada hari sebelumnya.
  • Pergerakan mata uang utama global, dengan penekanan khusus pada dinamika dolar AS.
  • Kondisi dan likuiditas pasar valas internasional secara keseluruhan.
  • Pertimbangan kondisi serta stabilitas ekonomi domestik Tiongkok.

Bagi pelaku pasar global, proyeksi level 6,7170 ini menjadi patokan penting untuk mengukur bagaimana otoritas moneter Tiongkok merespons tekanan nilai tukar eksternal tanpa mengabaikan kebutuhan stabilitas ekonomi dalam negeri.