Presiden AS Donald Trump kembali membuat gebrakan perdagangan dengan menghapus tarif sebesar 26,4% atas impor daging sapi, sebuah langkah yang diklaim akan menurunkan harga hingga 25%. Keputusan ini datang di tengah gejolak pasar global, di mana dolar AS tertekan dan emas justru melesat. Pada pembukaan sesi Amerika Utara Jumat (21/8), dolar tercatat lebih rendah terhadap tiga mata uang utama, sementara indeks saham utama Wall Street masih berkutat di antara rata-rata pergerakan kunci yang menentukan arah pasar.
Emas Menguat, Dolar Tertekan
Emas berhasil lepas dari rata-rata pergerakan 200 hari dan mencatat penguatan signifikan, mencerminkan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan. Sementara itu, saham-saham Eropa rebound pada Jumat, tetapi masih mencatat kerugian mingguan yang dominan. Data ekonomi yang dirilis hari ini juga memberi warna: kepercayaan konsumen Zona Euro berada di -15,5, lebih baik dari perkiraan -16,3, sementara penjualan ritel Kanada untuk Juni sebesar 0,6%, melampaui estimasi 0,4%. Di sektor energi, jumlah rig minyak Baker Hughes turun 5 menjadi 588.
Fokus ke Suku Bunga dan Kebijakan Moneter
Pelaku pasar kini mencermati bagaimana ekspektasi suku bunga berubah setelah serangkaian peristiwa pekan ini. Komentar dari pejabat bank sentral Swiss, Tschudin, yang menyebut inflasi rendah di Swiss karena ekspektasi inflasi yang rendah, turut menjadi sorotan. Sementara itu, hubungan bilateral AS-Brasil juga masuk radar setelah Presiden Lula dan Trump melakukan panggilan telepon pada Jumat. Investor bertanya-tanya apakah langkah Trump kali ini akan cukup untuk menstabilkan sentimen atau justru menambah tekanan pada dolar.
"Pasar sedang berada dalam mode risk-on yang rapuh. Pelemahan dolar dan penguatan emas adalah sinyal bahwa investor mulai mempertanyakan arah kebijakan moneter AS, terutama setelah perubahan tarif yang mendadak," ujar seorang analis strategi pasar kepada GOLDXIETY News.
- Trump menghapus tarif impor daging sapi 26,4%; mengklaim harga turun 25%.
- Dolar AS lebih rendah terhadap tiga mata uang utama di sesi AS.
- Emas lepas dari 200-day MA dan menguat.
- Rig count Baker Hughes turun 5 menjadi 588.
- Kepercayaan konsumen Zona Euro -15,5 (perkiraan -16,3).
- Penjualan ritel Kanada Juni 0,6% (estimasi 0,4%).
- Saham Eropa rebound, tapi catat kerugian mingguan.
Dengan data dan perkembangan yang ada, pasar diperkirakan akan terus bergerak volatil. Trader disarankan mencermati pergerakan dolar dan emas, serta setiap isyarat kebijakan moneter dari bank sentral utama.
