GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Trump Tolak Tawaran Iran soal Hormuz, Minyak Kembali Terbang

Harapan de-eskalasi memudar setelah Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam 7 hari. Minyak kembali menguat.

G

GOLDXIETY News

September 28, 2026· 2 min read· 3,100 views
Trump Tolak Tawaran Iran soal Hormuz, Minyak Kembali Terbang

Harga minyak mentah kembali bergerak naik setelah Presiden AS, Donald Trump, secara tegas menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dengan sejumlah syarat. Penolakan ini sekaligus memupus harapan pasar akan adanya solusi damai jangka pendek di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat perhatian pelaku pasar energi global.

Harapan Damai Memudar, Tekanan Geopolitik Kembali Menguat

Pada awal pekan lalu, minyak mentah sempat berada di bawah tekanan karena meningkatnya ekspektasi de-eskalasi konflik menjelang Sidang Umum PBB. Pasar sempat optimistis bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran bisa mereda, sehingga pasokan minyak global dianggap tidak akan terganggu secara signifikan.

Namun, optimisme itu mulai luntur setelah Trump menegaskan bahwa AS baru akan membuat kesepakatan dengan Iran setelah pemilu November mendatang. Pernyataan tersebut secara langsung meredam harapan akan adanya resolusi cepat dan menjadi katalis utama kembalinya aksi beli di pasar minyak.

Menjelang akhir pekan, harapan sempat kembali muncul setelah Iran mengirimkan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari dengan syarat tertentu. Akan tetapi, Trump langsung menolak proposal tersebut pada Sabtu dan menyatakan kepada wartawan bahwa ia justru memperkirakan akan melanjutkan serangan bom ke Iran. Sikap ini dengan cepat mengubah sentimen pasar kembali menjadi risk-on bagi harga minyak.

“Pasar energi saat ini sangat sensitif terhadap sinyal geopolitik. Setiap pernyataan yang menunjukkan potensi eskalasi akan langsung diterjemahkan sebagai risiko pasokan, dan itu mendorong harga naik. Sebaliknya, harapan damai yang tidak konkret hanya memberikan koreksi kecil yang bersifat sementara,” ujar seorang analis strategi pasar di GOLDXIETY News.

Yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar

Dengan dinamika yang berubah sangat cepat, para trader disarankan untuk tetap waspada terhadap headline risk yang bisa muncul kapan saja. Faktor-faktor berikut menjadi sorotan utama:

  • Sikap AS yang konsisten menolak negosiasi langsung sebelum pemilu menunjukkan bahwa tekanan geopolitik akan bertahan dalam jangka menengah.
  • Proposal Iran yang ditolak menandakan bahwa jalur diplomasi masih buntu, sehingga potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz tetap menjadi ancaman nyata.

Dari sudut pandang analisis, pasar tampaknya akan terus berada dalam mode fluktuasi tinggi. Setiap pernyataan dari pejabat tinggi AS atau Iran bisa menjadi pemicu pergerakan signifikan. Hingga ada kejelasan mengenai arah kebijakan AS pasca pemilu, tren harga minyak diperkirakan akan tetap didominasi oleh sentimen geopolitik yang rapuh dan reaktif.