GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Ueda: Inflasi Mendekati 2%, Sinyal Kenaikan Bunga BOJ Makin Kuat

Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan inflasi mendekati target 2% dan peluang kenaikan suku bunga Desember tetap terbuka. Pasar menyimak isyarat ini.

G

GOLDXIETY News

October 6, 2026· 2 min read· 3,625 views
Ueda: Inflasi Mendekati 2%, Sinyal Kenaikan Bunga BOJ Makin Kuat

Tokyo – Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, kembali memberikan sinyal yang tegas kepada pasar: inflasi inti Jepang sedang bergerak mendekati target 2% yang selama ini diburu. Dalam pidatonya di hadapan forum ekonomi di Tokyo, Ueda tidak memberikan kejutan besar, namun pesannya tetap jelas bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Desember

Pernyataan yang paling menarik perhatian adalah pengakuan Ueda bahwa inflasi yang mendasari (underlying inflation) telah mendekati level 2%. Ini adalah pengulangan dari nada hawkish yang belakangan konsisten disuarakan BOJ. Ueda juga menegaskan bahwa perekonomian dan pergerakan harga berjalan sesuai dengan proyeksi baseline bank sentral, yang memperkuat argumentasi untuk normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut.

Menariknya, Ueda secara eksplisit menyebut bahwa bahkan setelah kenaikan suku bunga pada bulan September, kondisi keuangan yang longgar (accommodative) masih terus mendukung pemulihan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa BOJ tidak melihat urgensi untuk mengubah sikap, namun tetap berkomitmen untuk melanjutkan penyesuaian suku bunga kebijakan sesuai dengan perkembangan ekonomi, harga, dan kondisi finansial.

"Pasar kini fokus pada kalender Desember. Komentar Ueda yang konsisten ini sepertinya memang disengaja untuk memanajemen ekspektasi, bahwa kenaikan suku bunga bukanlah sebuah skenario yang mustahil, melainkan sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu," ujar seorang analis strategis di Tokyo.

Poin-Poin Penting Pernyataan Ueda

  • Inflasi yang mendasari mendekati target 2%.
  • Ekonomi dan harga bergerak sesuai proyeksi baseline BOJ.
  • Kondisi keuangan tetap akomodatif dan mendukung pemulihan ekonomi pasca kenaikan suku bunga September.
  • BOJ akan terus menaikkan suku bunga kebijakan sesuai dengan perkembangan ekonomi, harga, dan keuangan.
  • Kecepatan dan waktu penyesuaian kebijakan akan ditentukan berdasarkan probabilitas proyeksi baseline terwujud dan risiko yang terkait.

Bagi para pelaku pasar forex, pernyataan ini menjadi katalis potensial bagi penguatan Yen. Jika BOJ benar-benar bergerak di bulan Desember, maka selisih suku bunga dengan negara maju lainnya, terutama AS, akan menyempit. Namun, pasar juga akan mencermati data inflasi dan upah Jepang yang akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan sebagai konfirmasi atas pernyataan Gubernur Ueda.