GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Wall Street Terpuruk: Nasdaq Anjlok 2,3% dan Minyak Tembus US$101

Nasdaq turun 2,3% di tengah kekhawatiran danai AI dan masalah pembiayaan CoreWeave, sementara WTI melonjak ke US$101,37.

G

GOLDXIETY News

October 17, 2026· 2 min read· 3,972 views
Wall Street Terpuruk: Nasdaq Anjlok 2,3% dan Minyak Tembus US$101

Sesi perdagangan Amerika Serikat berakhir dengan tekanan berat di pasar saham, sementara harga minyak mentah justru melesat. Indeks Nasdaq tercatat anjlok 2,3%, sedangkan S&P 500 melemah 1,2%. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI melonjak US$3,40 menjadi US$101,37 per barel. Pergerakan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang meluas soal stabilitas sektor kecerdasan buatan (AI) dan ketahanan pembiayaan perusahaan teknologi.

Kekhawatiran AI dan Masalah Pembiayaan CoreWeave Menekan Saham Teknologi

Kontrak berjangka S&P 500 sempat menguat menjelang pembukaan sesi Amerika Utara, namun sentimen positif itu cepat memudar. Rumor mengenai dana investasi AI yang mengalami masalah keuangan masih menjadi bayang-bayang pasar dan semakin menyebar pada hari ini. Para pelaku pasar juga menyoroti kabar bahwa CoreWeave, salah satu penyedia layanan komputasi awan untuk AI, berpotensi menggunakan penerbitan saham untuk memenuhi kewajiban utangnya. Isu ini memicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham neocloud dan perusahaan teknologi terkait.

"Sentimen pasar saat ini sangat rapuh. Kekhawatiran soal pembiayaan di sektor AI membuat investor menarik diri dari aset berisiko, terutama saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor penggerak pasar," ujar seorang analis pasar senior yang enggan disebutkan namanya.

Data Ekonomi dan Defisit Anggaran AS Ikut Mewarnai Pergerakan

Dari sisi data makro, indeks harga impor Amerika Serikat untuk bulan September tercatat naik 1,1%, lebih tinggi dari perkiraan pasar yang hanya 0,8%. Sementara itu, produksi industri AS juga tumbuh 0,7%, melampaui ekspektasi 0,4%. Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari defisit anggaran fiskal AS tahun 2026 yang tercatat sebagai yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Angka ini menambah kekhawatiran investor terhadap kesehatan fiskal negara.

Pergerakan Pasar Utama Hari Ini

  • Emas turun tipis US$2 ke level US$4.168 per ons.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 2 basis poin ke 5,09%.
  • Indeks S&P 500 melemah 1,2%.
  • Nasdaq terkoreksi dalam 2,3%.
  • Minyak mentah WTI naik signifikan ke US$101,37 per barel.
  • Dolar Selandia Baru (NZD) menjadi mata uang dengan kinerja terbaik, sementara dolar AS (USD) menjadi yang terlemah.

Gubernur Bank of Japan, Ueda, juga menyampaikan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga seiring inflasi inti yang mendekati target 2%. Pernyataan ini menambah dinamika di pasar valuta asing dan mempengaruhi pergerakan dolar AS yang cenderung melemah. Kombinasi faktor eksternal dan internal membuat investor harus lebih selektif dalam mengambil posisi, terutama di tengah volatilitas yang masih tinggi.