GOLDXIETYGOLDXIETY News
Back to Latest

Trump Beri Ultimatum pada Iran: Negosiasi Cepat atau Konsekuensi Militer

Trump mengancam akan beralih ke aksi militer jika negosiasi dengan Iran tidak bergerak cepat. Pasar saham bereaksi beragam.

G

GOLDXIETY News

July 27, 2026· 2 min read· 1,032 views
Trump Beri Ultimatum pada Iran: Negosiasi Cepat atau Konsekuensi Militer

Presiden AS Donald Trump kembali memberikan pernyataan tegas terkait negosiasi dengan Iran. Dalam wawancara dengan N12 News, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan memberikan banyak waktu untuk proses negosiasi. "Entah akan bergerak cepat atau tidak akan terjadi sama sekali," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa jika negosiasi gagal, AS akan kembali ke aksi militer yang sangat kuat.

Pernyataan Trump dan Reaksi Pasar

Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran saat ini sedang berlangsung secara mendalam. Ia juga menyebut bahwa semua pihak yang terlibat dalam negosiasi memintanya untuk tidak menggunakan kekuatan militer, karena ia meyakini Iran ingin mencapai kesepakatan. "Tidak ada untungnya dan tidak ada ruginya," kata Trump. Ia mengklaim bahwa sejak ia menghentikan aktivitas di Selat [yang dimaksud], harga minyak turun dan pasar saham naik.

Reaksi pasar saham AS pada hari ini tercatat beragam. Dow Jones Industrial Average naik 300 poin atau 0,57%, S&P 500 naik tipis 0,10%, sementara Nasdaq turun tipis 0,06% dalam perdagangan yang volatil. Secara teknikal, indeks Nasdaq sempat menyentuh level terendah 24.774,87.

"Pernyataan Trump memberikan ketidakpastian baru bagi pasar. Investor cenderung wait and see mengingat potensi eskalasi konflik yang bisa mempengaruhi harga minyak dan sentimen risiko global," ujar seorang analis pasar.

Implikasi bagi Trader Forex dan Komoditas

  • Ketidakpastian negosiasi AS-Iran dapat meningkatkan volatilitas harga minyak mentah dan safe haven seperti emas.
  • Pernyataan Trump yang hawkish cenderung mendukung dolar AS, meskipun reaksi pasar saham beragam.
  • Trader perlu mencermati perkembangan lanjutan, karena kegagalan negosiasi berpotensi memicu aksi jual aset berisiko.