Latest News
Every story, in order. The freshest market intelligence from the GOLDXIETY desk.
Jerman Siapkan Pajak Kripto 25% Mulai 2028, Aturan Baru Bikin Pelaku Pasar Waswas
Kementerian Keuangan Jerman dikabarkan mengusulkan pajak 25% untuk aset kripto mulai 2028, mengubah aturan lama yang membebaskan keuntungan setelah setahun.
SOPR Bitcoin Cetak Rekor Profit 4 Pekan, Analis Peringatkan Risiko Turun Masih Nyata
Metrik SOPR Bitcoin mencatatkan rentang profit terpanjang di 2026, namun analis menilai risiko penurunan harga belum sepenuhnya hilang.
Saham Utilitas Mulai Bangkit: Gelombang Baru di Tengah Lonjakan Permintaan Listrik AI
Sektor utilitas menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal setelah musim panas yang sulit, didukung oleh meningkatnya permintaan listrik dari AI. Investor mulai melirik kembali, meski peluang masih bergantung pada perluasan minat.
KOSPI Tembus 7.000: Optimisme AI Kalahkan Ketegangan Timur Tengah di Pasar Asia
Indeks KOSPI menembus level 7.000 didorong optimisme AI dan semikonduktor, mengalahkan kekhawatiran risiko geopolitik Timur Tengah.
PBOC Diprediksi Patok Yuan di 6,7042; Inflasi China Jadi Sorotan
Bank sentral China diperkirakan menetapkan patokan yuan di 6,7042 per dolar AS. Inflasi Agustus juga dinanti pasar sebagai sinyal pemulihan permintaan domestik.
Token Claude Dicuri Hacker: Waspada Akun Terkuras
Pengguna Claude mendapati token akun terkuras tanpa aktivitas. Anthropic memperingatkan ancaman hacker pencuri token.
Bitmine Kian Dekati Target 5% Pasokan ETH, Sementara Tom Lee Rugi $5,1 Miliar
Bitmine menuntaskan 97% target akuisisi treasury untuk menguasai 5% pasokan Ether, sementara tim Tom Lee menanggung kerugian unrealized $5,1 miliar.
A-Book vs B-Book: Membongkar Mitos Cara Broker Mengelola Order Anda
Banyak trader mengira broker memilih satu model risiko. Kenyataannya, broker CFD modern menggunakan pendekatan hybrid yang jauh lebih kompleks.
Defisit Dagang Prancis Melebar di Juli: Impor Kembali Menjadi Biang Kerok
Defisit dagang Prancis melebar menjadi €6,67 miliar di Juli karena impor tumbuh lebih cepat ketimbang ekspor, memperkuat tren pelemahan neraca perdagangan.
