Latest News
Every story, in order. The freshest market intelligence from the GOLDXIETY desk.
Model Cuan ala Wall Street Tak Ramah Retail, Hyperliquid Buka Jalan Baru
CEO Hyperliquid menilai model penciptaan kekayaan di Wall Street tak berkelanjutan bagi mayoritas pelaku pasar. Kontrak perpetual hadir sebagai solusi demokratisasi akses.
Sesi Eropa Tenang, tapi Fokus Tetap pada Obligasi Prancis
Sesi Eropa minim data, perhatian pasar tertuju pada spread OAT-Bund yang masih tinggi dan langkah fiskal pemerintah Prancis.
Glamsterdam: Ethereum Siap Pangkas Peran Perantara di Balik Pembangunan Blok
Ethereum memperkenalkan Glamsterdam, upgrade yang menggantikan kesepakatan manual dengan aturan jaringan, meski riwayat penundaan masih membayangi sentimen pasar.
OKX Kumpulkan Dana Segar, Valuasi Tembus US$25 Miliar di Tengah Ekspansi Global
Bursa kripto OKX mengumumkan perolehan modal baru dengan valuasi US$25 miliar, melanjutkan putaran investasi yang dipimpin induk NYSE.
Hong Kong Tegaskan Target Akhir 2026 untuk RUU Lisensi Kripto
Regulator Hong Kong kembali menegaskan tenggat akhir 2026 untuk memberlakukan rezim lisensi di empat kategori layanan aset digital.

Member GOLDXIETY Shot 6 Coin, Tembus 3K USD dalam 1 Hari
Akbar Triyadi, member GOLDXIETY, lolos funded hingga berhasil payout setelah menembak 6 coin sekaligus dalam satu shot dan menembus profit 3K USD dalam 1 hari.
Ueda: Inflasi Mendekati 2%, Sinyal Kenaikan Bunga BOJ Makin Kuat
Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan inflasi mendekati target 2% dan peluang kenaikan suku bunga Desember tetap terbuka. Pasar menyimak isyarat ini.
Citi Naikkan Target Bitcoin dan Ether: Sinyal Pemulihan atau Jebakan Makro? Analisis untuk Trader
Citi menaikkan target harga Bitcoin ke $113.000 dan Ether ke $3.028 seiring kembalinya arus masuk kripto. Namun, target yang lebih tinggi untuk Bitcoin dibanding Ether menunjukkan pergeseran preferensi institusional. Simak analisis lengkapnya.
Chalmers: Gelombang Imbal Hasil Global Ancam APBN Australia
Bendahara Australia memperingatkan kenaikan imbal hasil obligasi global akan menekan anggaran federal, memperbesar biaya utang di tengah inflasi minyak.
